Saturday, June 2, 2007

JOMBLO ??!! SIAPA TAKUT !!!

Kamu pasti udah hapal ama lirik lagu yang dilantunkan Ahmad Maulana vokalis Gigi. Apalagi kalo ditanya judul lagunya? Hmm.... pasti deh pada ngacung. Tapi please deh .., yang belum pake Rexona jangan ngacung ya...(eh ini iklan ya?). Bukan apa-apa. Takut disangka sumber polusi udara. Hehehe.... Selain easy listening , tuh lagu, turut mempopulerkan istilah jomblo di kalangan anak muda. Liriknya seolah mengungkap kegelisahan hati seseorang yang belon punya gandengan. Soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa' doi nggak. Betul??? Betuul.....! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Ih .....tulalit deh! Secara etimologi seperti yang tercantum dalam kamus besar Bahasa Indonesia, jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tua. Tapi seiring berjalannya waktu terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini jomblo dimaknai sebagai julukan 'trendi' buat mereka (baik cowok maupun cewek) yang masih sendiri, belum punya pacar, dan belum punya gandengan (emangnya truk?). Pokoknya masih suka sendiri aja (atau memang belum ada yang ngajak barengan). Pro-kontra seputar jomblo dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah serunya dengan debat capres kemaren-kemaren. Banyak yang pro tapi nggak sedikit juga yang kontra. Bagi yang pro, mereka enjoy bilang "its ok to be jomblo". Predikat itu bukan masalah bagi mereka. Justru mereka menikmati hidup tanpa pasangan . Sebagai wujud rasa syukur mereka, ada diantaranya yang bikin perkumpulan dengan nama Jojoba alias Jomblo-jomblo bahagia. Malah ada juga yang tergabung dalam komunitas kelompok jomblo ceria yang disingkat kejora.
Ehm, Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Lucu dan imut) boleh juga tu. Ada yang mau gabung??pilih yang oke visi, misi dan programnya (duilee). Wis, sundut terus! Mereka ngerasa keberadaan pasangan malah bikin ribet. Kayak memasung kebebasan bin kreativitasnya gitu lho.. Deket dikit aja ama temen lawan jenis, dicemburuin. Nggak mau ngikutin kemauan 'yayang' , dibilang nggak cinta. Nggak balas sms atau missed call aja disangka selingkuh. Punya pendapat berbeda malah dicemberutin. Kalo udah gini, tentu geng jomblo lebih asyik. Nggak terikat atau mengikat orang lain. Punya otoritas penuh nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri, kana atau lurus tanpa intervensi dan pengawasan dari pihak lain. Mereka juga ngerasa nggak ngebebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya. Nggak heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya. Huhuy !
Sementara yang kontra, mereka juga punya alasan yang nggak kalah dasyatnya. Bagi mereka, menyandang status jomblo seperti kutukan (wuiiiih syerem bener...). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. Garing bin Kering kerontang. Apalagi dikalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping panas. Seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, keke dan olin dalam film 30 Hari Mencari Cinta yang dituding lesbian cuma karena nggak punya gacoan. Gimana gak gondok??? Nggak ku...ku...deh! Makanya bagi kaum antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi. Gejala yang ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimik mupeng ngeliat temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laku (emangnya jualan?). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa bisa parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atawa sindiran, orang bisa menarik diri dari pergaulan sosial atawa malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya kita naku-nakutin ya, cuma bikin kamu parno (paranoid) aja. Yee...sama aja atuh! Kaum yang kontra ini, ada yang sampe mendeklarasikan berdirinya PJI alias Partai Jomblo Indonesia. Mereka memperjuangkan persamaan hak dalam mendapatkan jodoh. Mengingat ada diantara mereka yang terkena dampak buruk dari rolek alias resiko orang jelek. Royalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat." Jomblo itu pedih, Jendral....!" Walah! Mending jomblo dari pada maksiat Sobat muda muslim, kian hari opini media yang kian memojokkan para jomblo kian tak terkendali. Remaja makin di arahkan untuk berani mengekpresikan rasa suka kepada lawan jenis dengan berpacaran. Tayanga-tayangan ghibahtaintment yang berseliweran tiap hari di layar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi masalah utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan lawan jenis dikupas habis dengan bumbu sana sini biar layak jual. Aksi "penembakan" yang dilakukan remaja diabadikan dalam "katakan cinta". Perselingkuhan diantara merekapun sampe melibatkan detektif H2C atau dengan pembuktian play boy kabel. Parahnya, remaja mengkonsumsi semua tayangan di atas setiap minggu. Cinta....cinta.... dan cinta.... Tiada hari tanpa obrolan cinta. Otomatis secara psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu bin nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan ketika kebanyakan temen-temennya udah punya gebetan meski usia baru belasan. Pengaruh media membuat murid-murid SMP pun udah saatnya mencari pacar. Berabe euy! Maaf, bukannya kita mau melestarikan status jomblo. Bukannya mau ngelarang temen-temen jumblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo untuk tabbatul (membujang). Tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblo selalu berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah menyandang status jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas maksiat. Setuju? High Quality Jomblo = Jl Sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu di sesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah SWT tidak dinilai berdasarkan predikat ini. itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang melimpah jadilah High Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah SWT. Caranya?
Pertama: HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam "katakan Cinta" . Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah . Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul karimah. Dengan tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras, atau terbuka untuk menerima pendapat.
Kedua : Seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. itu kan anugerah dari Allah SWT. ya kudu di syukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake buat tebar pesona sana sini. Apalagi sampe diobral. Emangnya produk sisa ekspor? Nggak lha yauw !
Ketiga : Seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak sehat . Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah. Itu sebabnya, doi aktif ngaji, get ol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah ada juga lho diantara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal, jodoh, rizqi, kebaikan dsb) Rasul saw. besabda: "Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya"(HR. Al-Baihaqi)
Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali yang udah merit kali ya?). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridlo ngikutin aturan Allah SWT yang original dalam keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi. Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota Jl. Hah??! Jl?! Sst.....jangan bilang-bilang polisi ya.. Entr didatengin pasukan antiteror 99 lagi. Jl. disini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi CIA ( Cowok Incaran Akhwat) atau FBI ( Female Bidikan Ikhwan). Masa' nggak kepengen sih??? hehehehe

Selesai..........

1 comment:

Anonymous said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Webcam, I hope you enjoy. The address is http://webcam-brasil.blogspot.com. A hug.